<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ijustlovewednesday</title>
	<atom:link href="http://ijustlovewednesday.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ijustlovewednesday.wordpress.com</link>
	<description>quo vadis indonesian television</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Feb 2007 07:10:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ijustlovewednesday.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ijustlovewednesday</title>
		<link>http://ijustlovewednesday.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ijustlovewednesday.wordpress.com/osd.xml" title="ijustlovewednesday" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ijustlovewednesday.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kepada Bapak TM.Dhani Iqbal</title>
		<link>http://ijustlovewednesday.wordpress.com/2007/02/19/kepada-bapak-tmdhani-iqbal/</link>
		<comments>http://ijustlovewednesday.wordpress.com/2007/02/19/kepada-bapak-tmdhani-iqbal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Feb 2007 07:10:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ijustlovewednesday</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ijustlovewednesday.wordpress.com/2007/02/19/kepada-bapak-tmdhani-iqbal/</guid>
		<description><![CDATA[Email ini diforward oleh Sony Set ke milis layarkata network  pada tanggal 6 Januari 2006. Lebih dari satu tahun yang lalu. Mungkin inilah salah satu korespondensi Dhani Iqbal dengan pe-monopoli data bisnis televisi berupa tv rating dan tv share. Mungkin ini adalah salah satu bahan dia menulis bukunya Matinya Rating Televisi yang kontroversial dan sempat diperdebatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijustlovewednesday.wordpress.com&amp;blog=482264&amp;post=15&amp;subd=ijustlovewednesday&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="2">Email ini diforward oleh Sony Set ke milis <a target="_blank" href="LayarKata-Network@yahoogroups.com" title="layarkata network mailing list">layarkata network </a> pada tanggal 6 Januari 2006. Lebih dari satu tahun yang lalu. Mungkin inilah salah satu korespondensi Dhani Iqbal dengan pe-monopoli data bisnis televisi berupa tv rating dan tv share. Mungkin ini adalah salah satu bahan dia menulis bukunya Matinya Rating Televisi yang kontroversial dan sempat diperdebatkan di milis mediacare dan beberapa milis internal news TRANS TV.</font></p>
<p><font size="2">&#8212;&#8212;</font></p>
<p><font size="2">Kepada Bapak TM. Dhani Iqbal yth.,</p>
<p>Terima kasih atas tulisan Bapak tentang layanan pengukuran<br />
kepemirsaan televisi yang lebih dikenal dengan Television Audience<br />
Measurement (TAM) atau TV Rating.</p>
<p>Sebagai informasi branding kami untuk layanan TAM ini sekarang adalah<br />
AGB Nielsen Media Research, perusahaan baru hasil joint venture<br />
antara VNU MMI-Nielsen Media Research International dengan AGB Group<br />
dalam pengukuran kepemirsaan televisi yang beroperasi secara global<br />
(5 Agustus 2004).  Adapun cakupan negara dalam joint venture ini<br />
adalah 30 negara dengan lebih dari 42.000 rumah tangga yang<br />
berpartisipasi sebagai panel.  Kantor pusat kami (global operations)<br />
berada di Swiss; sementara kantor holding company kami VNU tetap di<br />
Belanda dan New York dan kantor pusat AGB Group berada di Italia.</p>
<p>Di Indonesia, penyelanggara survey TV Rating sebenarnya telah<br />
mengalami beberapa kali perubahan besar sehubungan dengan global<br />
merger dan akuisisi yang telah terjadi 4 kali. Bermula dengan Survey<br />
Research Indonesia (SRI) yang mengawali pelayanan pengukuran<br />
kepemirsaan televisi untuk industri penyiaran dan periklanan<br />
Indonesia sejak tahun 1990, kemudian ACNielsen Media International,<br />
Nielsen Media Research dan kini AGB Nielsen Media Research.</p>
<p>Branding Nielsen kami yang lain adalah ACNielsen, untuk layanan riset<br />
pemasaran manufaktur dan retailer serta Nielsen Media Research, untuk<br />
layanan riset media selain pengukuran kepemirsaan TV (pembaca media<br />
cetak, pendengar radio, belanja iklan dll.).</p>
<p>Berikut ini adalah penjelasan kami mengenai bagaimana mengukur dan<br />
memanfaatkan rating.</p>
<p>Pengukuran kepemirsaan televisi yang kami lakukan saat ini mencakup 9<br />
kota besar (Jabotabek, Bandung, Semarang, Yogkyakarta,<br />
Surabaya+Gerbangkertasila, Denpasar, Makassar, Medan dan Palembang)<br />
dengan melalui alat Peoplemeter yang dipasang di rumah responden.</p>
<p>Teknologi Peoplemeter hanya mengukur jumlah penonton yang sedang<br />
menonton paling tidak 1 menit (atau minimum 17 detik) tanpa<br />
memperhitungkan preferensi, suka atau tidak suka, dan apakah kualitas<br />
programnya baik atau buruk.</p>
<p>Jadi, TV Rating suatu program hanya menyajikan data kuantitatif dan<br />
tidak memberikan informasi mengenai kualitas program tersebut<br />
(misalnya alasan: suka tidak suka, mengapa ditonton, dan parameter<br />
kualitatif lainnya).</p>
<p>Rating adalah presentasi dari penonton suatu acara dibandingkan<br />
dengan total atau spesifik populasi pada satu waktu tertentu.  Dalam<br />
hal ini yang diukur adalah kuantitas bukan kualitasnya, seperti<br />
halnya menjual tiket bioskop. Rating hanya mengukur keluar-masuknya<br />
penonton setiap menit.</p>
<p>Selain itu angka rating dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor,<br />
misalnya durasi suatu program, program tandingan, kualitas resepsi<br />
penangkapan siaran serta penonton yang ada (jadwal tayang, waktu-<br />
waktu insidental juga pola kebiasaan penonton di daerah tertentu).</p>
<p>Dengan perhitungan rating yang menit-permenit, panjangnya program<br />
turut mempengaruhi rating program tersebut, misalnya program yang<br />
tadinya berdurasi 30 menit mempunyai rating 10%, ketika diperpanjang<br />
menjadi 60 menit, ratingnya turun menjadi 8%, dikarenakan angka<br />
pembagi yang semakin besar.  Demikian juga dengan kualitas gambar<br />
yang diterima di rumah penonton, jika memang kurang jelas, penonton<br />
akan cenderung enggan `masuk&#8217; menonton saluran tersebut, sebagus<br />
apapun program yang ditayangkan.  Sebaliknya, saat-saat `peak hour&#8217;<br />
jika setiap saluran menyajikan jenis program yang sama, maka penonton<br />
akan diberi pilihan yang tidak terlalu banyak.  Acara-acara<br />
insidentil seperti World Cup, liburan sekolah, bencana alam tsunami,<br />
bom, dll dapat mendongkrak rating dalam arti meningkatkan penonton<br />
terhadap program tertentu.</p>
<p>Dalam penentuan responden, kami menggunakan metode &#8220;Stratified<br />
Random&#8221; atau acak bertingkat dan dikontrol berdasarkan kelas sosial<br />
ekonomi (SES) yang ada juga berdasarkan rumah tangga yang memiliki<br />
televisi.  Sehingga sampel yang didapatkan adalah proposional dan<br />
mewakili rumah tangga yang mempunyai TV dari semua kelas ekonomi.<br />
Adapun kriteria dari responden adalah pria dan wanita usia 5 tahun ke<br />
atas, di rumah tangga yang memiliki TV dalam keadaan baik.  Sebagai<br />
bagian dari perusahaan global, metodologi survey kepemirsaan televisi<br />
di Indonesia juga harus dilakukan sesuai dengan Global Guidelines for<br />
TV Audience Measurement (GG TAM) yang juga diterapkan di negara-<br />
negara lain di seluruh dunia yang mengatur treshold dan benchmark<br />
penyelenggara TV Audience Measurement; karena bagi para pengguna<br />
terutama yang berskala internasional data 1% rating yang dihasilkan<br />
untuk Indonesia harus sama proses dan pengertiannya dengan 1% rating<br />
di negara manapun.</p>
<p>Sistem survey/teknologi yang digunakan kami di 9 kota adalah<br />
Peoplemeter dimana setiap responden yang terpilih akan dipasang alat<br />
Peoplemeter ini didalam TVnya yang dapat mendeteksi frekuensi TV.<br />
Alat ini juga terdiri di handset (seperti remote control) yang sudah<br />
diprogram untuk mencatat setiap anggota rumah tangga yang ada.</p>
<p>Kemudian setiap anggota rumah tangga yang menonton TV, akan menekan<br />
tombol di handset yang sudah ditentukan untuk responden tersebut atau<br />
memencet lagi kalau selesai menonton.  Secara otomatis, alat yang<br />
kita pasang di TV tersebut akan mengumpulkan setiap acara yang<br />
ditonton oleh setiap rumah tangga dalam hitungan menit.  Dalam sistem<br />
Peoplemeter, kita tidak perlu mengisi kuesioner lagi melainkan hanya<br />
memencet tombol dari waktu mulai menonton TV dan selesai menonton,<br />
sehingga sangat mengurangi `human error&#8217;.</p>
<p>Disamping itu kami masih melakukan program QC (Quality Control) yang<br />
sangat ketat baik dalam kunjungan ke panel responden secara berkala<br />
maupun pengecekan data di dalam sistem tersebut.  Proses operasional<br />
lapangan, production &amp; processing kami pun harus memiliki seperangkat<br />
Key Performance Indicator yang dapat langsung di check oleh kantor<br />
pusat setiap minggunya untuk kesetaraan kualitas di setiap negara.</p>
<p>Karena data TV Rating mencakup data setiap menit: kepemirsaan<br />
(viewing), demografi &amp; rumahtangga, perpindahan saluran (switching),<br />
program termasuk iklan yang ditayangkan; maka melalui alat analisa<br />
data dalam bentuk software (software analysis tools) pengguna dapat<br />
melakukan data mining sendiri untuk menganalisa berbagai segi<br />
kepemirsaan TV maupun performnace program &amp; iklan di TV.</p>
<p>Dengan demikian, data rating ini dapat dimanfaatkan dari berbagai<br />
segi yang berbeda oleh para pengguna data, misalnya para broadcaster<br />
&amp; program producer (stasiun TV dan production house) serta pemasang<br />
iklan (biro iklan &amp; pengiklan), baik untuk perencanaan pada tahap<br />
strategis maupun taktis.</p>
<p>Bagi program producer, analisa supply dan consumption dapat<br />
memberikan informasi tentang program-program apa saja yang sudah<br />
oversupplied atau masih undersupplied.  Oversupplied artinya<br />
presentasi jumlah program atau jam tayang jauh lebih besar dari yang<br />
ditonton atau dikonsumsi seperti program hiburan dan berita.  Program-<br />
program yang termasuk dalam kategori ini tidak berarti mempunyai<br />
rating kecil.  Tingginya jumlah jam tayang bisa lebih menunjukkan<br />
tingkat kompetisi yang lebih besar di genre tersebut karena banyaknya<br />
pemain yang ramai-ramai bergelut di sana, sehingga bagi sebuah<br />
program baru kemungkinan akan lebih sulit untuk `muncul&#8217; ke<br />
permukaan.  Sebaliknya dengan program undersupplied menunjukkan lebih<br />
besarnya presentasi waktu menonton dibandingkan presentasi jumlah jam<br />
tayang misalnya program anak-anak, serial dan movie (film).  Ini<br />
menunjukkan lebih besar kesempatan untuk memproduksi acara di genre<br />
tersebut.</p>
<p>Bagi pemasang iklan, angka rating biasanya digunakan untuk planning<br />
and post evaluation sebuah kampanye merek.  Pada tahap planning,<br />
pemasang iklan akan memilih program yang memiliki rating dan index<br />
yang relatif tinggi untuk target pemirsa yang dituju. Selain itu,<br />
pemasang iklan juga memperhatikan citra dan kecocokan program<br />
terhadap merek tersebut.  &#8221;Ad clutter&#8221; juga mempengaruhi pemilihan<br />
program untuk beriklan.  Program yang spektakuler dari segi rating,<br />
pasti akan mempunyai antrian panjang pengiklan yang berminat.  Hal<br />
ini tidak efektif karena semakin panjang jeda iklan, selain sulit<br />
bagi penonton untuk mengingat iklan apa saja yang ditayangkan, juga<br />
berakibat pada `hilang&#8217;nya sebagian penonton.  Penonton terlanjur<br />
pindah saluran pada jeda iklan tersebut mungkin kembali lagi ketika<br />
program dilanjutkan, mungkin juga tidak.</p>
<p>Nilai rating yang kecil bukanlah akhir dari segalanya. Selain dari<br />
rating, kita juga dapat mempertimbangkan Channel Share, yang<br />
memperlihatkan persentase penonton suatu program terhadap &#8220;available<br />
audience&#8221;. Jika TV rating menunjukkan persentase penonton suatu<br />
program dibandingkan dengan total seluruh populasi TV, channel share<br />
menunjukkan persentase penonton suatu program terhadap jumlah yang<br />
sedang menonton pada saat itu.   Untuk analisa yang lebih mendalam<br />
dapat digunakan nilai Indeks, yang akan mencerminkan dengan lebih<br />
baik tingkat efektifitas suatu program dalam menjangkau segmen<br />
penonton yang diinginkan.</p>
<p>Kiranya penjelasan ini bermanfaat dan kami harap Bapak dapat<br />
meluangkan waktu untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dari kami.</p>
<p>Salam,<br />
Winda Ekariany<br />
Sr. Communications Executive<br />
PT AGB Nielsen Media Research Indonesia</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ijustlovewednesday.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ijustlovewednesday.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ijustlovewednesday.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ijustlovewednesday.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ijustlovewednesday.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ijustlovewednesday.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ijustlovewednesday.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ijustlovewednesday.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ijustlovewednesday.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ijustlovewednesday.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ijustlovewednesday.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ijustlovewednesday.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ijustlovewednesday.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ijustlovewednesday.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ijustlovewednesday.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ijustlovewednesday.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijustlovewednesday.wordpress.com&amp;blog=482264&amp;post=15&amp;subd=ijustlovewednesday&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ijustlovewednesday.wordpress.com/2007/02/19/kepada-bapak-tmdhani-iqbal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0de661e2f79488bb3b71323e9c6558f5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ijustlovewednesday</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Raison d&#8217;etre</title>
		<link>http://ijustlovewednesday.wordpress.com/2006/10/18/raison-detre/</link>
		<comments>http://ijustlovewednesday.wordpress.com/2006/10/18/raison-detre/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Oct 2006 16:40:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ijustlovewednesday</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ijustlovewednesday.wordpress.com/2006/10/18/raison-detre/</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;adalah frasa dalam bahasa Perancis yang bila diterjemahkan bebas dalam bahasa Inggris sebangun dengan frasa reason to be. Bila kemudian diterjemahkan lebih bebas lagi dalam bahasa Indonesia akan bermakna latar belakang terjadinya sesuatu. Dalam hal blog ini adalah latar belakang pembuatan blog beralamat http://ijustlovewednesday.wordpress.com ini. Pembuatan blog ini untuk mencermati hal-hal yang terjadi pada hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijustlovewednesday.wordpress.com&amp;blog=482264&amp;post=3&amp;subd=ijustlovewednesday&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8230;adalah frasa dalam bahasa Perancis yang bila diterjemahkan bebas dalam bahasa Inggris sebangun dengan frasa <em>reason to be. </em>Bila kemudian diterjemahkan lebih bebas lagi dalam bahasa Indonesia akan bermakna <em>latar belakang terjadinya sesuatu</em>. Dalam hal blog ini adalah latar belakang pembuatan blog beralamat <a href="http://ijustlovewednesday.wordpress.com/">http://ijustlovewednesday.wordpress.com</a> ini.</p>
<p>Pembuatan blog ini untuk mencermati hal-hal yang terjadi pada hari Rabu di bisnis televisi Indonesia.</p>
<p>Kenapa hari Rabu?</p>
<p>Karena pada hari Rabu lah <a href="http://www.agbnielsen.net/whereweare/dynPage.asp?lang=local&amp;id=321&amp;country=Indonesia" title="AGB Nielsen Media Research Indonesia">AGB Nielsen Media Research </a>mengeluarkan laporannya berupa data mentah yang bisa memberi penilaian secara kuantitatif terhadap performance bisnis televisi, program-program televisi bahkan hingga ke performance iklan dan lain sebagainya.</p>
<p>Inilah raportnya industri TV!! Inilah panduan kuantitatif bagi para programmer televisi agar survive dalam persaingannya dengan televisi lain. Persaingan menit per menit atau lebih tepatnya persaingan untuk mendapatkan kepedulian selama 17 detik dari para pemegang remote control di 39.047.191 pemirsa televisi.</p>
<p>Dari data inilah keluar hasil berupa tv rating (TVR) dan tv share (TVS), nilai yang bagi bisnis stasiun televisi adalah sakral. Inilah data yang menjadi kiblat bisnis TV di Indonesia. Data inilah yang bisa menentukan hidup matinya sebuah program acara. Bahkan data inilah yang bisa menentukan hidup matinya keluarga para pekerja televisi. </p>
<p>Data inilah penyebab utama maju mundurnya bisnis tv, maju mundurnya kualitas program tv, maju mundurnya suatu bangsa bahkan nantinya&#8230;</p>
<p>Blog ini berusaha untuk memberi pengertian lebih banyak&#8230;</p>
<p>Blog ini berusaha untuk mengerti lebih banyak&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ijustlovewednesday.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ijustlovewednesday.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ijustlovewednesday.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ijustlovewednesday.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ijustlovewednesday.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ijustlovewednesday.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ijustlovewednesday.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ijustlovewednesday.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ijustlovewednesday.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ijustlovewednesday.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ijustlovewednesday.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ijustlovewednesday.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ijustlovewednesday.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ijustlovewednesday.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ijustlovewednesday.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ijustlovewednesday.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijustlovewednesday.wordpress.com&amp;blog=482264&amp;post=3&amp;subd=ijustlovewednesday&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ijustlovewednesday.wordpress.com/2006/10/18/raison-detre/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0de661e2f79488bb3b71323e9c6558f5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ijustlovewednesday</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
